Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2014

Jenis-jenis pedang (La'bo) di Mamasa

Pedang dalam bahasa Mamasa disebut  La'bo' Tidak banyak yang tahu tentang keberadaan pedang-pedang ini. Tidak ada lagi yang membuatnya, tentu karena fungsinya yang sudah tidak relevan dengan jaman sekarang. Kalau pun masih ada, mungkin disimpan oleh pemiliknya sebagai benda pusaka atau kemungkinan yang lain sudah berada di pasar gelap. Seperti  jenis Penai misalnya, dalam sebuah situs jual beli senjata-senjata antik, semuanya habis terjual.   Menurut cerita, padang jaman dulu pedang sangat disakralkan. Beberapa pedang digunakan hanya untuk berperang. Ketika pedang dicabut dari sarung tidak boleh setengah2,itu merupakan sebuah pantangan, dan ketika tercabut sebuah pemali jika tidak memakan korban. Apabilah setelah mencabut tidak ada korban, biasanya sang pemilik melukai dirinya sendiri sebagai tumbal. Jadi orang Mamasa tidak boleh sembarang mencabut pedang. Musuh yang mati akan diambil kepalanya dan dibawa ke perkampungan sambil menari tarian Bulu londong. ...

4 upacara adat yang perlu diketahui oleh orang Mamasa

Disebut juga Pemali appa randanna. Pemali             : larangan Appa randanna     : empat tepi artinya aluk dan pemali, dan waktunya terbagi empat dengan masing-masing upacara dan larangannya. Adapun empat upacara yang dimaksud sebagai berikut: 1. Pa’banetauan. Mengenai upacara perkawinan; upacra itu dilakukansesudah masa Pa’bisuan. Dalam pelaksanaan perkawinan ditempu beberapa tahapan: a. Mangusik : utusan dari pihak laki-lakimenghubungi keluarga perempuan terdekat dari perempuan yang hendak dipinang. b. Ma’randang : dalam ma’randang hadir seluruh keluarga perempuan dan utusan resmi dari pihak laki-laki. Tujuan ma’randang ialah mendapat kata sepakat dari keluarga wanita secara resmi. c. Ma’somba : perkawinan dengan dengan memotong hewan. Jumlah hewan yang dipotong tergantung derajat kedua belah pihak. Dahulu Mamasa mengenal poligami. Tapi pada praktek poligami terbatas pada orang-orang ka...

Poppok, tabelutto, anitu, dan bombo : Hantu Mamasa

   Roh dari beberapa orang dapat meninggalkan tubuh mereka di malam hari untuk mencari daging atau darah mati orang .Orang tersebut, paling sering seorang wanita, disebut poppok  .Biasanya dia terbang di malam hari.    Roh seorang wanita yang meninggal saat melahirkan bisa menjadi masalah tertentu, terutama bagi kaum pria. Roh seperti itu, di Mamasa disebut tabelutto’ (tabulitto), pergi keluar pada malam hari untuk menakut-nakuti orang-orang yang berjalan di luar desa. Tabelutto’  dikhawatirkan oleh orang-orang selama empat puluh hari setelah pemakaman wanita. Terkadang tabelutto’ merasuk wanita lain, yang kemudian mulai berteriak histeris.    Ketika seseorang meninggal, ia menjadi roh yang disebut bombo yang akhirnya perjalanan ke tanah orang mati. Dalam hal ini tidak ada yang harus ditakuti dari bombo tersebut. Namun, beberapa bombo tidak diterima ke dalam tanah orang mati, karena ritual yang diperlukan tidak dilakukan. Ha...