Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2012

Siapa orang Mamasa pertama yang masuk Kristen?

Dia adalah seorang anak Kepala Distrik dan Kepala Adat Tawalian, namanya Pdt. Sem Bombong . Dia secara sadar dan terpanggil, dan memberikan contoh kepada masyarakat lain sekaligus sebagai perintis masuk Kristen. Sebelum Sem Bombong sebenarnya sudah banyak masyarakat Mamasa yang sudah dibaptis. Tapi mereka belum sungguh-sungguh Kristen, karena mereka masuk kristen pada mulanya belum berdasarkan kesadaran. Mereka ikut dibaptis secara massal karena beranggapan bahwa itu adalah kehendak pemerintah belaka dan bukan berdasarkan panggilan Iman Kristen. Pdt. Sem Bombong juga   merupakan orang Mamasa pertama yang jadi pendeta. Ia dididik pada STOVIL di Kupang (Timor) selama 7 Tahun (1920-1927). setelah kembalai ke Mamasa ia diangkat menjadi guru, kemudian menjadi guru injil dan pada waktu perang diangkat sebagai pendeta. Sumber : buletin Tunggal GTM 1986        

Sejarah Singkat Pendidikan di Mamasa

Menjelang tahun ke-6 setelah masuknya Belanda di Mamasa, tanggal 03 Januari 1913 di buka “VOLKSCHOOL”, yaitu sekolah pertama yang didirikan di Mamasa , dengan ini masyarakat Mamasa bisa sekolah. Kepala  sekolah yang pertama yaitu guru D. Raranta dari Manado dan Guru C. Picauly dari Ambon yang merupakan perintis pendidikan di Mamasa pada saat itu .K eduanya berpendidikan STOVIL. Guru-guru lain tidak berpendidikan cukup. Malah di antara mereka ada yang diberhentikan karena kelakuannya yang kurang berkenan di hati masyarakat. Tanggal 21 januari 1928, di wilayah Mamasa sudah terdapat hampir 30 sekolah yang di asuh oleh sekitar 80 orang guru, terdiri dari 40 guru asal Manado dan 40 guru asal Ambon. Di antara mereka nampaknya terjadi suatu perselisihan dalam masyarakat. Ada kabar tentang mereka kurang baik, dan adanya perbedaan pendapat antara guru-guru. Pada tahun 1929 dibuka kursus untuk “VOLKONDERWIJZER”. Ini membuka jalan bagi anak-anak Mamasa untuk ikut berpendidikan g...

Foto Ds. Arie Bikker, dkk & dr. E Van Riessen

Ds.Arie Bikker (duduk ke-2 dari k iri ) dan  M.Geleijnse (berdiri ke-4 dari kiri) dr. E. van Riessen  (k iri ), dokter RS. Banua Mamase 1969

Masuknya Belanda di Mamasa

Memasuki awal abad ke-20 yaitu tanggal 25 mei 1907, untuk pertama kalinya orang asing berkebangsaan Belanda memasuki daerah Mamasa yang pada saat itu masih sulit hubungannya dengan daerah-daerah luar/terisolasi. Masih diliputi tanda Tanya dengan hadirnya orang –orang berkulit putih mirip kerbau putih (tedong belang) , serta matanya yang mirip kerbau belang (tedong bonga dan tedong doti).   Parengnge' orobua dengan beberapa anggota dewan gereja  ( Districts hoofd Oroboea met enkele kerkraadsleden )           Pada saat itu, daerah yang terletak di atas gunung tersebut telah memiliki struktur kepemimpinan secara tradisioanal/adat. Pemangku-pemangku adat dengan gelaran dan fungsinya masing-masing merupakan wujud pemerintahan tradisional yang sudah lama mengatur sekian banyak kelompok masyarakat di sana. Sifat kegotongroyongan, masih merupakan hal yang dapat mempersatukan dan menjalin kerjasama yang erat dan intim di antara anggota masyarak...