Tak seberapa mudah melacak kebenaran cerita tentang mayat berjalan ini. Di kawasan Mamasa sendiri, cerita semacam itu hanya diomongkan tanpa pernah didokumentasikan. Sama halnya dengan cerita tentang asal usul nenek moyang masyarakat Mamasa, misalnya, hanya tergali lewat tuturan dari mulut ke mulut tanpa bukti tertulis. Betapapun, semuanya diyakini masyarakat Mamasa sebagai sumber yang dianggap benar: Sesepuh masyarakat menuturkan segala latar belakang masyarakat Mamasa dengan merujuk catatan buatannya sendiri, itu pun hasil tanya sana-sini ditambah cerita dari ayah dan kakeknya dulu. Begitu pula naskah Mamasa (Kondosapata Waisapalelean) Dalam Informasi Sejarah, Budaya, dan Pariwisata karya Arianus Mandadung (1982), merujuk pada informasi lisan secara turun-temurun dilengkapi sejumlah catatan milik ayahnya yang dulunya aparat kecamatan. Cerita tentang mayat berjalan, memang diakui benar adanya. Kepakaran orang Mamasa dalam ilmu menjalankan mayat ...
"Jangan sekali-kali melupakan sejarah (Jas Merah)", Soekarno