Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Kondosapata : Filosofi

Oleh : Octovianus Danunan Makna Kondosapata' akan lebih mudah dipahami kalau dilengkapi dengan Wai Sapalelean. Biasanya langsung disambung "Kondosapata Wai Sapalelean" arti harafiahnya, sawah yang luas dengan air yang merata. Tapi arti filosofinya, artinya sebuah wilayah yang luas, yang di dalamnya ada masyarakat adat yang menganut nilai-nilai keadilan, tak ada perbedaan status sosial (kasta).  Karena leluhur kita yang menemukan dan menduduki wilayah ini adalah orang yang menganut paham demokrasi yang adil, yaitu nenek PONGKAPADANG bersama Toburake Tattiu' yang mengembara ke wilayah (barat Toraja) Saluputti, Bittuang, lembang Mamasa, Pitu Ulunna Salu (PUS) sampai ke wilayah Mamuju, Mandar dan Wilayah Tanda sau'. Pongkapadang (perabang Kondosapata) mengembangkan prinsip pranata sosial keadilan yang dalam bahasa adatnya "To niru'i suke dipappa', to unkandei kandean saratu" artinya masyarakatnya tidak ada perbedaan kasta, seperti yang...

Kisah Pongka Padang : Pertemuan dengan Torije'ne

Oleh : Apolos Ahpa, S.Th Pengawal ini pun kembali ke Gunung Buntu Bulo. Bertanyalah Pongka Padang kepadanya, “Apa yang kau dapati di sana?” Jawab pengawal, “Saya mendapati dua orang di sana, yang satu perempuan cantik berambut panjang dan berkulit putih, dan yang satu lagi laki-laki sebagai pengawalnya. Yang perempuan bernama Torije’ne’ dan pengawalnya bernama Pue Mangondang , selain sebagai pengawal, Pue Mangondang juga adalah saudara sepupu dari Torije’ne’. Mereka katanya berasal dari laut menggunakan perahu.” Lalu berkata lagi Pongka Padang kepada pengawalnya, “Kau pergi lagi ke sana dan katakana Bolehkah kita tinggal bersama-sama di satu tempat?”. Lalu pengawal itupun pergi lagi untuk kedua kalinya. Setelah sampai di sana dia berkata kepada Torije’ne’, “Majikan menyuruh saya menanyakan apakah anda setuju jika kita tinggal bersama-sama dalam satu tempa atau bagaimana?”. Lalu Torije’ne’ menjawab, “Ya, baiklah. Sekarang kau kembali kepada majikanmu dan katakan boleh, tapi saya mint...

Kisah Pongka Padang

Oleh : Apolos Ahpa, S.Th       Pada waktu itu Pongka padang berangkat dari Sa’dan. Tanpa lelah dia terus menelusuri gunung yang satu ke gunung yang lain. Dia menelusuri Gunung Kepa’ , Gunung Landa Banua , melewati Gunung Mambulillin , hingga    Gunung Buntu Bulo. Akhirnya dia tiba di suatu daerah yang sekarang dikenal dengan nama “ Tabulahan ” yang pada waktu itu masih berupa hutan belantara, yang ditumbuhi bambu-bambu kecil (“bulo” dalam bahasa Tabulahan). Daerah ini dulu dikenal dengan nama “ Bulo Mahpa ”, dan belum ada satu orangpun yang tinggal di daerah tersebut. Pada waktu Pongka Padang melakukan pengembaraan, dia disertai dengan dua orang pengawal yang mempunyai tugas masing-masing yaitu: 1. Ta Malilin/Mambulillin, Pembawah gong (Padalin) Padalin yang dibawa oleh Ta Malilin. gambar dari tabulahankondosapata-tasya.blogspot.com   2.       Satu orang Pembawah Pedang dan sepu’ (jimat-jimat, pakaian dan lain-lain). Belum ...