Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Arti Kata

4 upacara adat yang perlu diketahui oleh orang Mamasa

Disebut juga Pemali appa randanna. Pemali             : larangan Appa randanna     : empat tepi artinya aluk dan pemali, dan waktunya terbagi empat dengan masing-masing upacara dan larangannya. Adapun empat upacara yang dimaksud sebagai berikut: 1. Pa’banetauan. Mengenai upacara perkawinan; upacra itu dilakukansesudah masa Pa’bisuan. Dalam pelaksanaan perkawinan ditempu beberapa tahapan: a. Mangusik : utusan dari pihak laki-lakimenghubungi keluarga perempuan terdekat dari perempuan yang hendak dipinang. b. Ma’randang : dalam ma’randang hadir seluruh keluarga perempuan dan utusan resmi dari pihak laki-laki. Tujuan ma’randang ialah mendapat kata sepakat dari keluarga wanita secara resmi. c. Ma’somba : perkawinan dengan dengan memotong hewan. Jumlah hewan yang dipotong tergantung derajat kedua belah pihak. Dahulu Mamasa mengenal poligami. Tapi pada praktek poligami terbatas pada orang-orang ka...

Poppok, tabelutto, anitu, dan bombo : Hantu Mamasa

   Roh dari beberapa orang dapat meninggalkan tubuh mereka di malam hari untuk mencari daging atau darah mati orang .Orang tersebut, paling sering seorang wanita, disebut poppok  .Biasanya dia terbang di malam hari.    Roh seorang wanita yang meninggal saat melahirkan bisa menjadi masalah tertentu, terutama bagi kaum pria. Roh seperti itu, di Mamasa disebut tabelutto’ (tabulitto), pergi keluar pada malam hari untuk menakut-nakuti orang-orang yang berjalan di luar desa. Tabelutto’  dikhawatirkan oleh orang-orang selama empat puluh hari setelah pemakaman wanita. Terkadang tabelutto’ merasuk wanita lain, yang kemudian mulai berteriak histeris.    Ketika seseorang meninggal, ia menjadi roh yang disebut bombo yang akhirnya perjalanan ke tanah orang mati. Dalam hal ini tidak ada yang harus ditakuti dari bombo tersebut. Namun, beberapa bombo tidak diterima ke dalam tanah orang mati, karena ritual yang diperlukan tidak dilakukan. Ha...

Kisah Pongka Padang : Pertemuan dengan Torije'ne

Oleh : Apolos Ahpa, S.Th Pengawal ini pun kembali ke Gunung Buntu Bulo. Bertanyalah Pongka Padang kepadanya, “Apa yang kau dapati di sana?” Jawab pengawal, “Saya mendapati dua orang di sana, yang satu perempuan cantik berambut panjang dan berkulit putih, dan yang satu lagi laki-laki sebagai pengawalnya. Yang perempuan bernama Torije’ne’ dan pengawalnya bernama Pue Mangondang , selain sebagai pengawal, Pue Mangondang juga adalah saudara sepupu dari Torije’ne’. Mereka katanya berasal dari laut menggunakan perahu.” Lalu berkata lagi Pongka Padang kepada pengawalnya, “Kau pergi lagi ke sana dan katakana Bolehkah kita tinggal bersama-sama di satu tempat?”. Lalu pengawal itupun pergi lagi untuk kedua kalinya. Setelah sampai di sana dia berkata kepada Torije’ne’, “Majikan menyuruh saya menanyakan apakah anda setuju jika kita tinggal bersama-sama dalam satu tempa atau bagaimana?”. Lalu Torije’ne’ menjawab, “Ya, baiklah. Sekarang kau kembali kepada majikanmu dan katakan boleh, tapi saya mint...

Kisah Pongka Padang

Oleh : Apolos Ahpa, S.Th       Pada waktu itu Pongka padang berangkat dari Sa’dan. Tanpa lelah dia terus menelusuri gunung yang satu ke gunung yang lain. Dia menelusuri Gunung Kepa’ , Gunung Landa Banua , melewati Gunung Mambulillin , hingga    Gunung Buntu Bulo. Akhirnya dia tiba di suatu daerah yang sekarang dikenal dengan nama “ Tabulahan ” yang pada waktu itu masih berupa hutan belantara, yang ditumbuhi bambu-bambu kecil (“bulo” dalam bahasa Tabulahan). Daerah ini dulu dikenal dengan nama “ Bulo Mahpa ”, dan belum ada satu orangpun yang tinggal di daerah tersebut. Pada waktu Pongka Padang melakukan pengembaraan, dia disertai dengan dua orang pengawal yang mempunyai tugas masing-masing yaitu: 1. Ta Malilin/Mambulillin, Pembawah gong (Padalin) Padalin yang dibawa oleh Ta Malilin. gambar dari tabulahankondosapata-tasya.blogspot.com   2.       Satu orang Pembawah Pedang dan sepu’ (jimat-jimat, pakaian dan lain-lain). Belum ...